NELAYA-Aceh Indonesia (AI)
Diperbarui: - yang laluPublic Preview
DashboardInsightsLaut Aceh Pagi Ini: Angin Timur, Arus Menguat ke Barat, Gelombang Lebih Tinggi di Samudra Hindia
Dashboard

Laut Aceh Pagi Ini: Angin Timur, Arus Menguat ke Barat, Gelombang Lebih Tinggi di Samudra Hindia

02/02/2026~3 menit bacaOcean
#aceh#aceh-besar#meulaboh#samudra-hindia#selat-malaka#gelombang#angin#arus
Laut Aceh Pagi Ini: Angin Timur, Arus Menguat ke Barat, Gelombang Lebih Tinggi di Samudra Hindia

Ringkasan Pagi (Aceh Focus)

Pagi ini, “mesin laut” Aceh bergerak dengan pola yang cukup khas: angin timur yang stabil, arus permukaan mengarah ke barat/barat daya, dan gelombang lebih tinggi di laut lepas (Samudra Hindia) dibanding perairan pesisir Aceh Besar.
Sumber: Prakiraan Cuaca Maritim BMKG (Stamet SIM Banda Aceh), berlaku 02 Feb 2026 07:00 WIB – 03 Feb 2026 06:00 WIB.

Hari ini bukan hari untuk nekat. Hari ini hari untuk presisi: jam, rute, dan batas operasi.


Apa yang Sedang “Bergerak” di Laut Aceh hari ini?

Perairan Aceh Besar – Meulaboh (pesisir barat Aceh)

BMKG memprakirakan (periode berlaku 02 Feb 2026 07:00 WIB – 03 Feb 2026 06:00 WIB) bahwa:

  • Gelombang signifikan berada di kisaran ~1.3–1.8 m, dengan puncak sekitar malam.
  • Angin rata-rata relatif moderat (sekitar 5–7 knot), tetapi gust (hembusan sesaat) dapat jauh lebih tinggi (angka gust bisa tinggi walau angin rata-rata terlihat “aman”).
  • Arus permukaan dominan ke barat–barat daya, kecepatan sekitar ~49–60 cm/s.

Makna praktisnya: operasi perahu kecil bisa tetap jalan dengan batasan, tapi wajib disiplin pada rute dan jam. “Gust (hembusan sesaat)” adalah variabel yang sering merusak rasa aman.

Sumber BMKG (PDF):

  • Perairan Aceh Besar–Meulaboh:

Samudra Hindia bagian Barat Aceh (laut lepas)

Untuk laut lepas barat Aceh, BMKG menunjukkan:

  • Gelombang signifikan sekitar ~1.9–2.2 m (kategori sedang).
  • Angin dominan timur–tenggara, dengan arus yang konsisten mengarah selatan–barat daya.

Makna praktisnya: jika perahu kecil masuk laut lepas hari ini, risiko naik signifikan—bukan hanya karena tinggi gelombang, tetapi kombinasi gelombang + hembusan + arus.

Sumber BMKG (PDF):

  • Samudra Hindia barat Aceh:

Dampak untuk Nelayan & Aktivitas Pesisir

Nelayan perahu kecil / tradisional

  • Pilih operasi pesisir/terlindung, bukan laut lepas.
  • Fokus pada jam paling tenang (biasanya pagi–menjelang siang, tergantung lokasi), dan siapkan rencana pulang lebih awal bila gust (hembusan sesaat) meningkat.

Transport lokal & aktivitas pelabuhan kecil

  • Kombinasi arus + gelombang sedang bisa membuat manuver sandar/berangkat lebih menantang.
  • Pengumuman keselamatan “singkat tapi jelas” biasanya paling efektif.

Catatan Kebijakan (Policy Note)

Kalau setiap hari kita punya sinyal seperti ini, maka kebijakan pesisir seharusnya punya 3 kebiasaan baru:

  1. Info maritim = layanan publik harian (bukan hanya saat ekstrem).
  2. Format satu layar: “Gelombang – Angin – Gust – Arus – Jam kritis – Saran operasi.”
  3. Rute aman berbasis lokasi (pesisir vs laut lepas), bukan imbauan umum.

Beberapa media lokal juga mengutip imbauan kewaspadaan gelombang di perairan Aceh beberapa hari ini—ini tanda bahwa komunikasi risiko perlu dibuat lebih praktis di tingkat komunitas.
RRI: https://rri.co.id/banda-aceh/daerah/2151676/bmkg-ingatkan-waspada-gelombang-tinggi-perairan-aceh


Arah Praktis (Checklist Lapangan)

  • Cek pembaruan BMKG sebelum berangkat (maritim setempat).
  • Tetapkan batas operasi: jam, jarak dari pantai, dan rencana pulang.
  • Jika harus melaut: siapkan skenario “gust meningkat” (perubahan cepat).
  • Komunitas pesisir: buat 1 pesan singkat untuk WA/radio.

Catatan
Insight ini bersifat edukasi/kurasi. Untuk keputusan kebijakan, rujuk sumber resmi + verifikasi lapangan.